Sih Lintah Cerdik
Risma Rombe Pabesak
Cerita ini terinspirasi dari sebuah cerita rakyat yang ada di Toraja.
“Aduh panas sekali cuaca hari ini. Dimana aku harus berendam agar sedikit segar yaa”, ucap sih Kerbau belang yang harganya miliaran rupiah (di Toraja).
Sih Kerbau belang pun berjalan-jalan menyusuri sawah yang semakin kering akibat musim panas yang semakin lama semakin membakar kulit. Setelah melewati banyak sawah kering, akhirnya sih Kerbau pun menemukan satu kubangan besar yang berisi air.
“Sepertinya akan segar kalau aku minum semua ini”, ucapnya gembira.
“Halah minum segitu aja bangga,” entah suara dari mana mengagetkan Kerbau.
“Siapa itu barusan?”, tanya Kerbau kebingungan.
“Aku di sini, di kakimu.” jawab sang Lintah yang sedang menghisap darah Kerbau.
“Kamu ini mengagetkan saja”, kata Kerbau sembari melepaskan Lintah tersebut dengan tanduk tajamnya.
“Kamu yakin dapat meminum semua air ini?”, tanya Lintah meragukan sih Kerbau.
“Tentu saja, aku bahkan bisa meminum ketiga kubangan ini hingga bersih”, jawab Kerbau sedikit menyombongkan diri.
“Ha ha ha. Tiga? Sang Kerbau yang katanya hebat dan mahal ini hanya dapat meminum tiga kubangan air? Ternyata kamu payah”, jawab Lintah meledek dan sedikit meremehkan.
“Aku bisa minum lima kubangan. Bahkan aku bisa minum air sungai itu hingga habis,” kata sang Kerbau tak mau kalah.
“Daripada kamu hanya ngomong saja, bagaimana kalau kita buktikan saja?”, tanya sang Lintah
“Ayo, tapi bagaimana denganmu? Apakah kamu bisa menghabiskan satu kubangan ini? Lagi pula aku tidak yakin kamu dapat minum sebanyak ini. Ha ha. Rasanya setengahnya pun tidak akan berkurang”, tantang sih Kerbau yang meremehkan Lintah.
“Kamu meremehkan kemampuanku ya? Ayo kita buktikan saja kalau begitu. Siapa yang dapat menghabiskan air kubangan ini paling banyak, dialah pemenangnya”, kata sang Lintah.
“Oke. Kita mulai ya.”, kata Kerbau memulai perlombaan minum air itu.
Kurang dari lima menit, sang Kerbau sudah hampir menghabiskan setengah dari air yang ada di kubangan. Tidak mau kalah, sang Lintah pun melakukan trik busuknya. Berkat badan kecilnya itu, ia mengubah posisi membelakangi sih Kerbau. Ia pun mulai meminum air dari kubangan tersebut. Hanya saja, sih Lintah cerdik itu meminum air dari kubangannya tetapi mengeluarkannya melalui ujung badannya sehingga air yang ia minum tadi berpindah ke kubangan sang Kerbau. Dengan semangat yang tinggi, sang Kerbau menghabiskan semua air itu lalu mati karena kebanyakan minum air.
-Tamat-
No comments:
Post a Comment