Berubahlah Jika Ditegur
Keluaran 10 : 1-20
Wabah belalang merupakan sebuah ancaman di banyak tempat. Atas kehendak Tuhan, angin timur melintasi Mesir dan mendatangkan belalang. Jumlahnya tak terbilang hingga dicatat sampai menutupi tanah. Belalang sebanyak itu belum ada sebelumnya dan tidak akan ada lagi sesudahnya (14). Belalang itu memenuhi rumah orang di Mesir (6), tetapi tidak menghampiri tanah Gosyen. Mereka memakan habis sisa-sisa pohon dan tanaman yang hancur karena hujan es (5, 15). Lewat peristiwa ini, Allah kembali membuktikan kuasa-Nya di atas dewa Mesir.
Sunday, November 18, 2018
Saturday, November 17, 2018
Renungan Harian
Malapetaka atau Sukacita?
Maleakhi 4 : 1-6
Alkitab menegaskan bahwa hari Tuhan itu pasti datang tanpa pembatalan. Hanya saja, tidak seorang pun mengetahui kapan saatnya tiba. Jadi, tidak perlu ada lagi keraguan tentang ini. Alkitab hari ini mengatakan, kedatangan-Nya akan didahului oleh pengutusan Nabi Elia (5). Dari prespektif Israel, itu dipahami sebagai cara Tuhan untuk mempersiapkan umat-Nya. Dia menyediakan waktu agar orang-orang percaya bertobat menjelang hari Tuhan itu (6). Kedatangan hari Tuhan dilukiskan sebagai malapetaka besar bagi orang-orang gegabah dan fasik. Mereka akan menjadi jerami yang terbakar habis (1).. Bahkan, akar dan cabang mereka pun akan sirna tak berbekas. Mereka akan menjadi seperti abu yang diinjak-injak. Gambaran itulah yang ditunjukkan nas ini untuk melukiskan kesudahan orang-orang jahat.
Renungan Harian
Jangan Patah Semangat!
Keluaran 7 : 14-15
Kita pasti pernah merasakan kegagalan dan patah semangat dalam kehidupan ini. Tentu saja cara kita menyikapinya beraneka ragam. Sebagian orang bisa langsung bangkit dan bersemangat. Akan tetapi, ada juga orang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari keterpurukan. Bahkan, ada orang yang larut tenggelam dalam penyesalan tiada akhir. Sebenarnya, semua respons itu tergantung pada sikap manusia kepada Tuhan.
Friday, November 16, 2018
Renungan Harian
Masih Suka Menyalahkan Orang Lain?
Maleakhi 2 : 17-35
Sifat manusia memang mudah untuk menyalahkan orang lain. Kita tentu ingat saat Adam jatuh ke dalam dosa. Ketika dihakimi Allah; Adam malah menyalahkan Hawa. Waktu Allah bertanya, Hawa menyalahkan iblis. Manusia senang menganggap diri benar sembari menyalahkan orang lain. Bahkan, saat menghadapi masalah besar, kita mungkin dengan lancang menyalahkan Allah. Kita berani menuding-Nya tidak mengasihi, tidak adil, tidak menepati janji, dan sebagainya.
Subscribe to:
Posts (Atom)