Pages

Sunday, November 18, 2018

Renungan Harian

Berubahlah Jika Ditegur
Keluaran 10 : 1-20

Wabah belalang merupakan sebuah ancaman di banyak tempat. Atas kehendak Tuhan, angin timur melintasi Mesir dan mendatangkan belalang. Jumlahnya tak terbilang hingga dicatat sampai menutupi tanah. Belalang sebanyak itu belum ada sebelumnya dan tidak akan ada lagi sesudahnya (14). Belalang itu memenuhi rumah orang di Mesir (6), tetapi tidak menghampiri tanah Gosyen. Mereka memakan habis sisa-sisa pohon dan tanaman yang hancur karena hujan es (5, 15). Lewat peristiwa ini, Allah kembali membuktikan kuasa-Nya di atas dewa Mesir.



Para ahli sihir di Mesir sudah menyerah. Pegawai kerajaan sudah banyak menyarankan agar Firaun melepaskan orang Israel (7). Akan tetapi, Firaun menolak usulan tersebut. Sebenarnya tebersit dalam pikirannya untuk mengizinkan bangsa Israel pergi. Namun, ketika mendengar persyaratan dari Musa, dia mengurungkan niatnya. Syarat itu mengharuskan semua bangsa Israel pergi. Anak-anak, orangtua, laki-laki, perempuan bahkan ternak harus keluar dari Mesir. Tampaknya, Firaun ingin tawar-menawar dengan Allah. Ia mau saja membiarkan laki-laki bangsa Israel pergi ke padang belantara untuk beribadah. Asalkan, anak-anak dan kaum perempuan tetap tinggal. Namun, Musa menolak tawaran itu. Akhirnya, Firaun terus mengeraskan hatinya.

Gambaran Firaun mengeraskan hati merupakan representasi gambaran kita. yang kerap mengeraskan hati pada teguran. Ia menegur kita berkali-kali dengan berbagai cara. Ketika kita ditegur, kita menyadari kesalahan, kemudian memohon pengampunan. Akan tetapi, tak lama berselang setelah teguran itu, kita kembali melakukan kesalahan yang sama. Jika Tuhan menegur kita saat ini, berubahlah dengan segera. Itu tanda Tuhan masih mengasihi kita. Jangan sampai kita menyesal karena tak ada waktu lagi untuk berubah, seperti yang dialami Firaun (28-29).

No comments:

Post a Comment